Company Profile

Syailendra Bumi Investama (Syailendra BI) merupakan holding company bagi petani, penyuling minyak atsiri, & IKM/UKM desa produsen produk hilir hasil bumi. Perusahaan ini didirikan dengan spirit social enterprise yang dirancang agar berkontribusi pada kesejahteraan petani & keadilan lingkungan. Sebagai pintu masuk, kami melakukan budidaya tanaman atsiri terutama rempah-rempah & herbal. Kemudian bersama petani/penyuling kami menyuling/mengekstraks bahan-bahan tersebut menjadi berbagai varian minyak atsiri & minyak nabati pure 100%. 

Syailendra BI berupaya untuk menggalang kolaborasi dengan petani rempah-rempah dan tanaman herbal, penyuling minyak atsiri dan minyak nabati, serta produsen produk hilir hasil bumi. Kami melakukan produksi dan perdagangan dalam negeri, sekaligus mengekspor komoditas dan produk hilir yang kami hasilkan ke manca negara. Dalam perkembangannya, kami melakukan fungsi export aggregator dengan memastikan rantai supply langsung dari para petani/produsen, bekerja sama dengan pihak-pihak logistic eksport, memastikan perdagangan mampu menyerap hasil produksi secara optimal, serta mendesign dampak kesejahteraan pada pihak-pihak yang selama ini terpinggirkan. 

#SupplyAgriculturalProductsfromtheSource

#ManagePlanetforProsperityPeople

Visi Perusahaan

Menjadi holding company bagi para petani, penyuling, dan produsen untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan melalui kemitraan produksi dan perdagangan ekspor yang adil dan berkelanjutan.

Misi Perusahaan

  1. Kerjasama kemitraan produksi dan supply langsung dari para petani/produsen dengan sistem fair trade yang berkelanjutan.
  2. Kolaborasi untuk memproduksi produk hilir dan derivative produk berbahan dasar hasil bumi (terutama rempah, herbal, dan minyak atsiri) yang mampu diserap pasar secara progressif.
  3. Melakukan branding produk hilir dan derivative produk secara online yang mendukung pola bisnis B2B2C.
  4. Perdagangan skala wholesale, baik dalam negeri maupun eksport ke manca negara.

Nilai & Strategi

Syailendra Bumi Investama memiliki strategi dan nilai bisnis yang berorientasi pada kesinambungan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan kelestraian lingkungan. Adapun nilai dan strategi yang kami kembangkan adalah:

  1. Fair trade: menggunakan prinsip kemitraan yang terbuka dengan para petani untuk memberikan keuntungan yang layak sehingga memberi peningkatan kesejahteraan pada petani dan penyuling.
  2. Keadilan lingkungan: dalam setiap aktivitas budidaya dan produksi minyak atsiri harus menggunakan pola ramah lingkungan menuju sertifikasi organic, dan system pengolahan limbah zero waste.
  3. Menciptakan added value dan ekstra value untuk mengembangkan bisnis sekaligus kepuasan mitra dan konsumen.

Brand Profile

“Syailendra Nature”, salah satu brand dari PT. Syailendra Bumi Investama. Syailendra Nature berfokus menciptakan produk Kesehatan, kecantikan, makanan, & minuman yang berbahan dasar alam/herbal. Kami bekerjasama dengan petani/penyuling pedesaan untuk budidaya tanaman dan menyuling minyak atsiri. Bermitra dengan peneliti/expert untuk mengolah kekayaan alam Indonesia berupa rempah-rempah, bunga-bungaan, tanaman atsiri, & tanaman herbal menjadi aneka produk yang aman & berkualitas. Produk-produk yang kami launching ke pasar, telah melalui uji penelitian & test laboratorium. Beberapa produk yang kami kembangkan diantaranya: singgle oil (essential oils & carrier oils) murni 100%, natural health care, massage oil, skin care, parfum natural, toiletris natural, dll.

#FromFarmertoYourHappiness”

Owner Profile

Mengenal Sosok Eliest Listiani, Founder & CEO PT. Syailendra Bumi Investama

SYAILENDRA BUMI INVESTAMA (Syailendra BI) dirintis sejak tahun 2014 dan didirikan secara resmi oleh Eliest Listiani pada 30 Mei 2018 dengan status PT yang berakta notaris dari kantor Akta Notaris Inawati, SH. Mkn. No. 17/2018. Syailendara BI memiliki kantor yang berlokasi di Jl. Dahlia Raya No. 44 Perum Bumi Wonorejo Indah, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Selain itu, untuk mempermudah proses eksport, kami bekerjasama dengan kantor perwakilan di luar negeri.

Eliest lahir tanggal 15 November 1979 dari keluarga petani miskin desa terpencil di Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Meskipun anak petani, sejak kecil dia memiliki impian besar menjadi pengusaha sukses. Takdir ternyata cukup berliku, ndilalahe (kebetulan) dia malah keblasuk (keluar jalur) bekerja di sebuah lembaga yang justru nonprofit, dan tidak tanggung-tanggung, keblasuknya selama 17 tahun. Ya, selama 17 tahun dia bekerja di Yayasan SPEK-HAM (Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan & Hak Asasi Manusia), sebuah lembaga kemanusiaan yang concern untuk mensupport perempuan/masyarakat miskin dalam memperjuangkan kebutuhan dasar dan hak-hak dasarnya. Dia memulai karier dari seorang relawan/volunteer hingga menjabat Direktur Yayasan dan Direktur BUMY (Badan Usaha Milik Yayasan). Disaat posisi puncak, Eliest memutuskan untuk resign, karena panggilan wirausaha yang sudah sangat kuat menjadi impiannya. Di sisi lain ia merasa tenang, karena sudah melakukan pengkaderan kepemimpinan di yayasannya.

Beruntungnya Eliest, Ketika menjabat sebagai Direktur di lembaga nonprofit, dia punya kekuatan dan moment yang tepat untuk mengarahkan program-program yang menjadi passionnya, yaitu ekonomi pedesaan untuk penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood) bagi petani (terutama petani perempuan). Jadi sembari dia menggembleng diri bekerja di lembaga non profit, sebenarnya dia sedang berinvestasi ilmu, nilai-nilai, dan juga asset bisnis. 

Titik penting social enterprise Eliest, menguat dari keprihatinannya pada tahun 2014. Dia melihat hamparan lahan luas membentang tidak produktif, sepanjang mata memandang adalah tandus, gersang, dan terbakar. Dia sempat menangis melihat lahan di Brebes (kebetulan sebagai tanah kelahirannya), yang tidak terkelola secara optimal. Di sisi lain kondisi kemiskinan dusun yang didatanginya cukup mengenaskan. Petani hanya bisa menggarap lahannya di musim hujan. Pada musim kemarau, petani menganggur, mencari pekerjaan serabutan ke kota, dan kondisi masyarakatnya jauh dari akses pembangunan alias tertinggal.

Hatinya sedih, menangis, sekaligus tergerak. Di kota, lahan yang luas adalah potensi ekonomi dan asset yang sangat berharga, sedangkan di tanah kelahirannya, lahan yang luas malah mangkrak. Eliest bersama tim berpikir keras, apa yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat di sana, agar bisa produktif sepanjang tahun (musim penghujan dan kemarau). Singkat cerita, berdasarkan riset sederhana, dikenallah tanaman atsiri yang bisa tumbuh sepanjang tahun, di lahan yang kering, bahkan lahan pasca tambang, yaitu sereh wangi. 

Dengan segala sumber daya yang ada, Eliest bersama tim melatih petani disana untuk mengolah lahan kritis menjadi lahan yang siap tanam dengan treatment pupuk kandang/pupuk kompos. Sejak menanam tanaman atsiri serai wangi, masyarakat bisa menggunakan lahan secara produktif dan mendapatkan penghasilan sepanjang tahun. Mereka senang, Eliest bersama tim pun ikut senang. 

Pada tahun 2016-2018, minyak atsiri serai wangi menjadi primadona, belum banyak pihak yang melakukan budidaya. Hargapun cenderung selalu naik, hampir menyentuh 400 ribu/kg, karena demand/permintaan selalu naik. Ibarat kata “Petani belum selesai menyulingpun, PO (purchase order) dari buyer sudah bisa turun. Asyekkk banget khan…???  

Namun demikian, yang namanya bisnis memang memang banyak tantangannya. Mulai dari lahan yang terbakar, rumah penyulingan yang terbakar, hingga harga yang fluktuatif. Tahun 2019 awal, harga minyak atsiri sereh wangi cenderung turun bahkan hingga di bawah HPP (harga pokok produksi) petani, maka Eliest bersama tim pun kalang kabut, harus putar otak bagaimana bisa menjual minyak-minyak tersebut dengan harga di atas HPP? Di sisi lain, mereka harus berhadapan dengan maraknya minyak atsiri sintetis dari para pesaing. Hingga sekarang, mereka terus mencari solusi dan strategi agar tetap bisa membeli minyak petani dengan harga layak. 

Eliest dan tim akhirnya melatih keluarga petani untuk bikin aneka toiletries dan home care seperti sabun mandi, sabun cuci piring, pembersih lantai, minyak gosok, shampoo, handbody, minyak urut, dll.  Tantangan selanjutnya adalah bagaimana harus membranding produk. Mereka terbiasa dengan menjual minyak curah, tidak pusing dengan bagaimana packaging, perijinan produk, promosi, digital marketing, dll. Kini mereka harus mau belajar tentang itu semua. 

Eliest yang tadinya lebih banyak berpanas-panasan, bersama petani di sawah, mau tidak mau harus ikut pameran-pameran dalam negeri maupun luar negeri. Dia Bersama timnya bertekad untuk melakukan eksport langsung bersama petani, dan memproduksi produk-produk hilir berbahan dasar minyak atsiri agar produk petani bisa terserap dengan harga lebih stabil. 

Karena dunia social kemanusiaan sudah mandarah daging, maka Eliest mengajak para founder untuk sepakat memposisikan perusahaannya sebagai “social enterprise”. Jadi mereka berkomitmen untuk mendedikasikan 51% dari net profit perusahaan PT. Syailendra Bumi Investama untuk program-program “Prosperity People & Sustainable Environtment” (Kemakmuran Masyarakat & Pelestarian Lingkungan). Semoga selalu tangguh berjuang dan istiqomah yaa…!!! *TimSyailendraMedia

Our Team

woocommerce-placeholder

Eliest Listiani

Direktur (CEO/Chief Executive Officer)

Production Team

Operations
woocommerce-placeholder

Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc.

R & D Department
woocommerce-placeholder

Dewi Viryani

Downstream Department
woocommerce-placeholder

Sulton Ali Ainun Najid

Purchasing Department

Marketing Team

Marketing
woocommerce-placeholder

Ariful Fuadhi

Tim Marketing
woocommerce-placeholder

Muhammad Luqmanulhakim

Tim Marketing

Technology Team

Technology
woocommerce-placeholder

Andronity Solo Community

Tim Marketing

Financial Team

Financial
woocommerce-placeholder

Bagus Mutiara Fajar

Tim Financial
woocommerce-placeholder

Agus Santoso

Tim Financial